Bonsai Kelapa, Ini Cara Menanam Media Tanah dan Air

  • Whatsapp
Bonsai Kelapa
Ilustrasi Bonsai Kelapa Menjadi Penghias Halaman/Pexels/Sabel Blanco

BONSAIKU – Bonsai kelapa sejak beberapa tahun belakangan menjadi salah satu jenis bonsai primadona. Harga tanaman ini bervariasi. Mulai dari puluhan ribu hingga puluhan juta.

Dilansir dari salah satu website jual beli online, harga bonsai kelapa di tahun 2021  dibandrol mulai dari harga Rp. 20.000 hingga Rp. 5.500.000. Harga tersebut bahkan bisa lebih tinggi lagi. Semakin rumit pembuatan dan semakin tinggi nilai seninya, semakin tinggi pula nilai jualnya.

Bacaan Lainnya

Selain itu, harga bonsai kelapa juga tergantung dari jenis pohon kelapa yang dibonsai. Jenis  yang memiliki harga tinggi adalah jenis kelapa gading.

Bonsai kelapa gading ini memiliki harga yang paling tinggi karena memiliki warna yang lebih cerah dan eksotis. Karena warananya itulah yang membuat bonsai nampak semakin indah. Sama halnya dengan bonsai serut yang memiliki ragam harga dilihat dari bentuk bonsainya.

Usia bonsai juga mempengaruhi nilai jualnya. Bonsai kelapa yang berusia 10 tahun lebih, akan terihat lebih sempurna dan memiliki nilai jual yang lebih fantastis.

Harga bonsai  bisa mencapai ratusan juta jika tanaman tersebut sudah berbuah. Namun, bonsai kelapa yang sudah berbuah sangat langka ditemukan.

Untuk menghasilkan buah memerlukan perawatan yang sangat spesial. Jika anda mulai tertarik mengoleksi atau ingin berkreasi dengan tanaman ini, anda harus tau cara membuatnya.

Cara Membuat Bonsai Kelapa

Bonsai Kelapa
Ilustrasi Bonsai Kelapa Menjadi Penghias Halaman/Pexels/Sabel Blanco

Mungkin pada awalnya, banyak yang bertanya-tanya. Bagaimana  bisa tanaman sebesar itu diubah menjadi bonsai yang berukuran kecil, bahkan sampai bercabang dan berbuah. Berikut adalah cara membuat bonsai kelapa :

1. Memilih Bibit Kelapa

Setelah anda menentukan jenis kelapa yang akan di bonsai, langkah selanjutnya adalah memilih bibit kelapa. Untuk membuat bonsai kelapa, bibit yang diperlukan harus bagus dan berkualitas. Bibit yang bagus untuk dijadikan bonsai adalah bibit yang sudah agak tua.

Akan lebih baik jika bibit diambil dari pohonnya langsung. Jika menggunakan bibit yang sudah jatuh, dikhawatirkan ada kerusakan atau batok menjadi rapuh. Ukuran yang diambil adalah ukuran yang tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil. Namun mempunyai akar yang besar dan kuat.

2. Menentukan Posisi Batok kelapa

Batok adalah tempat awal pertumbuhan kelapa. Untuk menentukan posisi batok kelapa, pertama-tama letaknan bibit yang belum mempunyai tunas pada tanah yang mengandung air dan unsur hara yang cukup banyak.

Selama kurang lebih satu sampai dua minggu bibit akan tumbuh tunas. Selanjutnya, letakan batok pada posisi vertikal. Nanti batok kelapa akan dikelilingi oleh akar.

Selain itu, kita juga meletakannya dengan posisi horizontal. Dengan posisi ini, nantinya bonsai kelapa akan berbentuk seperti rumah siput.

3. Membersihkan Sabut Kelapa

Saat tunas sudah muncul, bersihkan sabut kelapa yang ada pada tunas kelapa. Membersihkannya dengan cara membuat sayatan-sayatan bujur mengitari batok.

Pengupasan harus dilakukan secara hati-hati, agar tidak terkena tunas ataupun akar yang baru tumbuh. Setelah disayat, sabut kelapa yang ada pada batok dapat dikupas .

4. Membersihkan Bulu Halus Batok Kelapa

Setelah sabut kelapa dikupas dari batok, langkah selanjutnya adalah membersihkan bulu halus. Bulu halus yang ada pada batok kelapa dapat dibersihkan menggunakan pisau.

Lalu, bersihkan sampai batok kelapa itu bersih. Selanjutnya, agar tampilan lebih bagus dan aestetik, anda bisa menghaluskannya dengan amplas.

5. Mempersiapkan Media Tanam Bonsai Kelapa

Untuk menyiapkan media tanam, siapkan terlebih dahulu pot dengan ukuran yang sesuai dengan ukuran kelapa, atau setidaknya yang bisa menampung batok kelapa. Lalu, si pot dengan campuran tanah, air, dan pupuk kandang. Perbandingan campuran media tanam adalah 2:1:1.

Setelah pot terisi media tanam, langkah selanjutnya adalah menyiapkan bekas botol air mineral untuk dijadikan penutup bagian tunas kelapa.

Tunas kelapa ditutup agar dapat berkembang dengan cepat. Lalu potong bagian atas botol air mineral yang akan digunakan sebagai penutup dengan tinggi kurang lebih lima cm.

6. Proses Penanaman

Penanaman bonsai kelapa dilakukan dengan cara pelan-pelan. Letakan batok kelapa dengan posisi miring. Kemudian ketika memasukan kedalam media tanam, jangan sampai membuat akarnya putus.

7. Membentuk Bonsai Kelapa

Proses ini merupakan proses yang cukup penting. Jika pada tahap ini gagal, berarti anda gagal membuat bonsai kelapa. Untuk membuat ukurannya tetap kecil, anda harus menyayat pada bagian tunas yang lebih tua.

Ketika bibit tumbuh mencapai 15 sampai 20 cm, lakukan penyayatan pada bagian yang paling bawah.Saat melakukan penyayatan, usahakan jangan sampai terkena tunas yang muda.

Namun, jika tunas yang muda tersayat, hal tersebut akan menyebabkan pembusukan pada tunas kelapa. Catatan yang harus dipahami, ketika akan membentuk bonsai dengan penyayatan adalah dengan dilakukannya minimal sehari tiga kali.

8. Merawat Bonsai Kelapa

Untuk proses perawatan, anda perlu menyiram sehari sekali, saat pagi atau sore hari. Namun, saat musim kemarau, bonsai harus sering disiram.

Selain penyiraman juga diperlukan pemupukan. Pemupukan dapat dilakukan setiap 15 hari sekali. Dalam pemupukan, gunakan pupuk bonsai terbaik agar hasil bonsail lebih maksimal,

Selain menggunakan media tanah, bonsai kelapa juga bisa ditanam menggunakan media air. Teknik tersebut juga dikenal dengan nama Hydro Coco.

Tidak jauh berbeda dengan penanaman media tanah, hanya saja penanaman teknik ini menggunakan media air. Untuk lebih jelasnya, berikut  adalah cara membuatnya :

Cara Membuat Bonsai Kelapa Media Air

Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan dalam membuat bonsai kelapa media air:

  • Pilih bibit kelapa yang sudah memiliki tunas, kupas  sabutnya dengan perlahan dan hari-hati agar tidak terkena tunas dan akarnya.
  • Bersihkan rambut-rambut halus dari batok kelapa menggunakan pisau sampai bersih. Untuk mendapatkan tampilan yang lebih menarik anda perlu mengamplas batok kelapa.
  • Gunakan sabut kelapa yang tadi dikupas untuk menutupi bagian tunasnya. Lalu ikat dengan tali.
  • Siapkan media air dan wadah yang cantik, seperti akuarium atau toples kaca. Ukuran wadah kira-kira bisa menampung batok bakalan bonsai .
  • Lalu masukan bakalan bonsai kedalam wadah yang sudah disiapkan.
  • Selanjutnya isi dengan air yang mengandung garam, perangsang pertumbuhan akar dan batang, satu sendok stimulan dan vetsin. Proses ini dilakukan agar pertumbuhan lebih cepat.
  • Lakukan proses penyayatan tunas dengan rutin agar kelapa tidak membesar.
  • Setelah akar memanjang, buka penutup tunas. Pindahkan kepala tunas diakuarium atau kolam dengan membuat dudukan yang pas. Biarkan akar yang terendam air, sedangkan batang dan kentosnya diatas air.
  • Dalam proses perewatan, dilakukan penyayatan pada batang setiap tiga hari sekali  serta menambahkan atau mengganti air seminggu sekali. Jika dirasa kapasitas air kurang, tambahkan air .

Dengan penanaman dan perawatan yang benar, anda bisa mendapatkan bonsai kelapa yang berkualitas, sehingga memiliki harga jual yang tinggi. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *