Cara Budidaya Bonsai Santigi dan Perawatannya

  • Whatsapp
Cara Budidaya Bonsai Santigi
Ilustrasi Cara Budidaya Bonsai Santigi/Pixabay/kat7214

BONSAIKU – Cara budidaya bonsai santigi bisa kita lakukan sendiri di rumah. Santigi ini berasal dari keluarga Lytheraceae. Tanaman ini bisa dengan mudah kita temukan di daerah pesisir pantai.

Santigi memiliki daun yang berukuran kecil, sehingga nampak seperti cemara bahari. Batang tanaman ini juga mirip dengan batang pada pohon cemara laut.

Bacaan Lainnya

Meskipun daun santigi berukuran kecil, tapi daun santigi juga tebal dan didalamnya mengandung banyak air. Oleh sebab itu tanaman ini bagus jika dikerdilkan.

Buah atau biji tanaman ini menyerupai cengkeh. Jenis bonsai ini bisa dibilang menjadi salah satu primadona dari kalangan bonsai. Banyak yang meminati tanaman ini dijadikan penghias rumah mereka.

Pasalnya, perawatannya yang menguji kesabaran dan ketelatenan, jika pembentukan berhasil akan menghasilkan seni yang indah dan memukau.

Maka tak heran tanaman ini bisa mencapai puluhan juta bahkan ratusan juta, apalagi bonsai juara. Kita bisa mendapatkan bibit bonsai ini mulai dari harga puluhan hingga ratusan ribu.

Jika bonsai sudah berhasil dirubah menjadi miniatur yang begitu indah dan memukau harga bonsai santigi bisa sampai puluhan juta.

Tentunya harga tersebut tergantung dari jenis, tipe, ukuran, dan nilai seni. Bonsai yang dilihat adalah nilai seni, jika bonsai memiliki nilai seni yang tinggi dan makna yang dalam menurut konsumen, harga bisa melambung tinggi.

Semakin sering memenangkan kontes, bonsai satinggi akan semakin mahal harga jualnya.

Jenis-Jenis Bonsai Santigi

Cara Budidaya Bonsai Santigi
Ilustrasi Cara Budidaya Bonsai Santigi/Pixabay/kat7214

Sebelum lebih jauh memahami cara budidaya bonsai santigi, memang sangat penting kita untuk mengenal jenis jenis bonsai santigi ini. Santigi bukan termasuk pohon yang langka. Namun, hal tu tidak membuat bonsai santigi tidak dilirik.

Bonsai santigi ini termasuk jenis bonsai yang menjadi primadona karena nilai seninya yang tinggi. Usia bonsai santigi bisa dibilang cukup lama, oleh sebab itu santigi juga dijuluki sebagai bonsai tertua.

Tanaman ini memiliki ranting yang panjang dan rimbun yang mudah dibentuk. Maka tanaman ini sangat cocok untuk dijadikan bonsai dan menjadi hiasan rumah yang begitu indah.

Jenis santigi pun beragam, tidak hanya satu jenis saja.Berikut beberapa jenis santigi yang bisa kita bonsai:

  • Santigi karang, daun santigi karang memiliki daun yang tebal dan warna batang agak keputihan, serta kulit batangnya mudah terkelupas. Jenis santigi karang cenderung lebih mudah dibudidayakan.
  • Santigi pasir, daun dari jenis santigi yang satu ini cenderung berukuran kecil, memanjang, serta tipis. Batsng dsri santigi karang berwarna cokelat.
  • Santigi gunung, pada umumnya santigi gunung tumbuh didaerah sekitar gunung seperti pada dataran tinggi Dieng.
  • Santigi¬†mawar, santigi jenis ini memiliki daun lebih rapat dan lebih rimbun. Daun dan batangnya cenderubf bertekstur lunak.

Semua jenis tanaman santigi diatas bisa kita ubah menjadi bonsai. Kita bisa menjadikan santigi menjadi tanaman tang indah dan eksotis yang bisa menghiasi pekaangan rumah kita dengan pot yang menambah keindahannya.

Tentunya keindahan itu bisa kita dapatkan dari ketekunan kita merawat tanaman kita.

Cara Membuat Bonsai Santigi

Ada beberapa cara dan tahapan dalam budidaya, baik membuat dan merawat bonsai santigi. Berikut beberapa tahapan yang bisa Anda lakukan:

1. Persiapan Bibit Bonsai

Langkah awal dalam pembuatan bonsai, tentunya kita harus mempersiapkan bibit bonsai terlebih dahulu. Untuk mendapatkan bonsai yang baik memerlukan bibit bonsai yang baik pula, pilihlah bibit bonsai yang sudah tua, kokoh, dan sehat.

Sebenarnya kita bisa mendabatkan bibit bonsai santigi dengan beberapa cara. Kita bisa mendapatkan bibit bonsai dari dongkelan atau bonggolan, dari cangkokan, atau bahkan dari biji.

Jika kita ingin membuat bonsai, untuk mempersingkat waktu pembuatan, lebih baik gunakan bibit yang berasal dari dongkelan ataupun dari cangkokan. jika mendapatkan bibit dari proses pembenihan biji akan memakan waktu lebih lama.

a. Cara Menyemai Biji Santigi
  • Pertama-tama, kita harus mengeringkan biji bunga santigi terlebih dahulu dibawah paparan sinar matahari secara langsung. Pengeringan dengan teknik penjemuran dilakukan selama satu hari penuh.
  • Langkah selanjutnya siapkan media tanam yang subur.
  • Setelah biji benih kering, lalu kita taburkan diatas media tanam. Setelah itu, media tanam dan benih yang sudah ditaburkan, kita tutupi dengan cacahan kecil klaras pisang sampai 80 % tertutup. Penutupan ini bertujuan agar media tanam dan benih tidak terkena secara langsung oleh semprotan air.
  • Setelah itu, letakan di tempat yang terang, teduh, dan memiliki intensitas cahaya sedikit.
  • Lakukan penyemptrotan sehari sekali menggunakan spray. Sekitar satu sampai dua minggu, biji akan mulai berkecambah.
  • Setelah biji berkecambah, kita angkat cacahan klaras yang menutupi media tanam dan biji. Lalu letakan ditempat yang memiliki intensitas cahaya matahari yang cukup. Meskipun demikian, kita harus mengusahakan media tanam agar tetap lembap. Hal itu bisa kita kendalikan dengan cara melakukan penyemprotan dua sampai tiga kali sehari.
b. Cara Mencangkok Santigi
  • Langkah awawl yang harus kita lakukan adalah dengan cara memilih cabang yang akan kita cangkok. Cabang yang akan dicangkok sebsaiknya yang sudah tua atau setidaknya sudah berkayu.
  • Setelah itu sayatlah kulit batang secara melingkar dan memanjang sekitar 2-3 centi meter. Setelah itu kerik bagian yang sudah dikupas, tujuannya untuk menghilangkan kambium yang ada pada batang.
  • Siapkan media cangkok, bisa berupa serabut kelapa, tanah atau coco peat. Masukan media bonsai kedalam plastik dan beri lubang.
  • Setelah media siap, sobek plastik, tempelkan media cangkok dibagian yang sudah dikupas dan dikerik. tempelkan sampai media cangkok menutupi daerah cangkok. Ikat dengan plastik agar tidak lepas.
  • Lakukan penyemprotan secara rutin untuk menjaga kelembapan media cangkok.
  • Setelah dua sampai tiga bulan, tanaman yang dicangkok akan mengeluarkan akar. Setelah akar keluar, pangkas batang dari bawah daerah cangkok, lalu tanam pada media yang kita inginkan.

2. Menyiapkan Media Tanam

Tanaman santigi hidup di pasir atau batu karang karena itulah media tanam santigi cukup berbeda dari yang lain. Untuk tanaman santigi, gunakan media pasir pantai kasar yang dicampur dengan sekam. Perbangingan antara pasir dan sekam adalah 3:1.

Setelah iitu, campur semuanya dengan cara diaduk sampai rata. Siapkan pot dengan ukuran yang sesuai dengan bibit dan sesuai dengan keinginan. masukan media tanam secukupnya.

Selain itu, siapkan juga batu karang dan kerikil agar tanaman santigi seolah-olah tumbuh di atas batu karang.

Cara Menanam, Membentuk, Merawat, dan Pemupukan Bonsai Santigi

Cara Budidaya Bonsai Santigi
Ilustrasi Cara Budidaya Bonsai Santigi/Pixabay/kat7214

A. Teknik Penanaman

Setelah semuanya siap, langkah selanjutnya adalah penanaman. Tanam bonggol santigi kedalam pot. Lakukan hal ini dengan hati-hati agar tidak melukai bonggolan.

Sebaiknya, sebelum menana bonsai santigi, pot diberi lubang terlebih dahulu untuk membarikan ruang akar untuk tumbuh.

Kita bisa menggunakan cairan perangsang pertumbuhan pada bonggol atau akar pohon. Lalu letakan pot didalam ruangan yang sekiranya masih bisa terkena sinar matahari. Lakukan penyiraman minimal tiga kali sehari.

Jika sekiranya bonsai sudah seimbah dan tumbuh dengan baik, pindahkan bonsai diluar ruangan agar terkena sinar matahari secara langsung. Biasanya, bonsai yang sekiranya sudah tumbuh ditandai dengan.

B. Tips Membentuk

Bagian ini juga menjadi proses yang sangat penting dalam pembuatan bonsai. Karena bonsai identik dengan ukuranya yang kerdil serta bentuknya yang unik, cantik, dan eksotis.

Proses ini yang menentukan terbentuknya disain atau gaya bonsai menjadi bonsai yang kita inginkan. Proses ini bisa kita lakukan dengan melilitkan kawat di cabang batang yang kita ingin kendalikan bentuknya.

Sebelumnya kita harus memangkas terlebih dahulu cabang-cabang yang tidak produktif dan yang tidak kita inginkan kehadirannya.

Usahakan dalam melilitkan kawat dilakukan secara berhati-hati agar tidak melukai cabang dari bonsa santigi. Jika melukai cabang, bisa meninggalkan bekas lekukan-lekukan setelah dileaskan. Jika sudah terbentuk sesuai dengan yang kita inginkan, lepas lilitan kawat itu.

C. Tips Perawatan

Pada cara budidaya bonsai santigi ini, tentunya, setelah bonsai hidup dengan subur dan sudah memiliki bentuk yang sesuai dengan keinginan kita, bonsai perlu perawatan.

Perawatan juga dilakukan untuk menjaga kesehatan dan kesuburan tanaman serta keindahan tanaman.

Langkah yang bisa kita lakukan untuk merawat bonsai ini tak jauh berbeda dengan perawatan bonsai lainnya. Kita harus rajin menyiram tanaman, agar tetap lembab.

D. Pemupukan

Selain perawatan beberapa hal yang harus diperhatikan dalam budidaya bonsai santigi itu pastinya kita juga harus melakukan pemupukan. Gunakan pupuk bonsai terbaik untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Bahkan ada yang berupaya gunakan micin untuk pupuk bonsai. Namun harus pelajari lebih lanjut. Karena pupuk mempercepat pertumbuhan bonsai adalah salah satu tujuan utamanya. Maka jangan sampai salah dalam penggunananya.

E. Pemangkasan

Selain beberapa hal di atas, dalam perawatan, hal yang perlu diperhatikan lainnya juga adalah pemangkasan. Lakukan pemangkasak ketika sekiranya bonsai sudah tumbuh memanjang.

Pangkas tunas-tunas baru dan cabang- cabang baru yang tidak produktif dan yang tidak kita inginkan. Pemangkasan dilakukan agar kita masih bisa mengontrol pertumbuhan bonsai dan menjaga bentuk serta keindahan bonsai.

Harga Bonsai Santigi

Tanaman bonsai santigi memang mempunyai daya tarik tersendiri dari keunikan bentuknya. Maka tak jarang banyak seniman bonsai yang memburu jenis tanaman ini untuk dijadikan bonsai.

Banyak para penjual tanaman bonsai yang menjual bonsai santigi ini. Jika kita memang kurang telaten atau tidak memiliki banyak waktu untuk membuat bonsai santigi yang cantik nan eksotis, kita bisa membelinya.

Untuk mendapatkan tanaman yang satu ini kita cukup merogo kocek dari mulai harga ratusan ribu. Namun, jika tanaman itu memiliki nilai seni yang tinggi atau umur yang tuua, harga bonsai santigi bisa melejit. Dari harga satu juta sampai harga enam jutaan.

Bahkan, jika memang bonsai itu sering menang kontes, bonsai tersebut bisa dihargai dengan lebih tinggi lagi. Harga bonsai termahal bisa mencapai ratusan juta. Harga itu dikarenakan nilai seninya yang tinggi, bentuknya yang unik, serta usianya.

pada umumnya, bonsai santigi dibandrol dengan harga dua 200 ribu. Jika kita menginginkan bentuk bonsai yang unik dan cantik, tentunya kita harus mau merawatnya.

Khususnya pada proses pembentukannya. Karena proses pembentukanlah yang menentukan akan jadi seperti apa bonsai yang kita buat.

Baca Juga: Bonsai Serut Akar Terbalik, Ini Cara Agar Terbaik di Kontes

Itulah beberapa informasi dan tips, serta cara – cara budidaya bonsai santigi. Tentunya dalam pembuatan hingga perawatan tak jauh berbeda dengan bonsai yang lainnya.

Untuk mendapatkan bonsai santigi yang memukau membutuhkan ketelatenan, kesabaran, serta ketekunan yang ekstra. Jika kita lalai dalam merawat tanaman yang satu ini dapat mengurangi keindahannya.

Ketekunan dan kesabaran itu akan membuahkan hasil yang memuaskan. Semua itu akan terbayar dengan keindahan bonsai yang memanjakan mata kita.

Baca Juga: Bonsai Putri Malu, Ini Cara Budidaya & Manfaatnya

Jika kita sudah memiliki tanaman ini, selain cara budidaya bonsai santigi yang harus dilakukan dengan baik, kita juga harus merawatnya dengan baik.

Cara termudah adalah dengan melakukan penyiraman yang rutin, lakukan pemupukan dengan cara yang benar serta dosis yang sesuai, dan pastinya harus rajin0rajin melakukan pemangkasan.

Itu semua kita lakukan untuk mengendalikan pertumbuhan bonsai yang berkualitas tinggi bahkan memiliki nilai jual yang fantastis. Semoga artikel ini membatu dan sukses selalu. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *