Manfaat Kotoran Kambing untuk Bonsai Kelapa

  • Whatsapp
Manfaat Kotoran Kambing untuk Bonsai Kelapa
Ilustrasi Pengelolaan Kotoran Kambing/Flickr/Rumah Zakat

BONSAIKU – Apakah kotoran kambing bisa langsung dijadikan pupuk, termasuk untuk menjadi pupuk bonsai kelapa, lalu apa manfaat yang didapatkan bagi tanaman hias tersebut?

Ini beragam fakta menarik tentang kotoran kambing yang bisa Anda pilih untuk menjadi pupuk tanaman bonsai kelapa yang anda miliki.

Bacaan Lainnya

Bahkan tak hanya bonsai kelapa saja, kotoran kambing juga memiliki manfaat untuk tanaman hias? Akan tetapi anda juga patut waspadai bahaya yang ditimbulkan dari kotoran kambing.

Terlebih lagi kotoran kambing tanpa fermentasi, atau masih dalam keaaan basah/muda. Maka tak sedikit juga yang memilih jalan fermentasi, dan dengan cara menghancurkan kotoran kambing tersebut agar hancur sebelum dijadikan pupuk.

Untuk diketahui, bahwasannya, pupuk yang berasal dari kotoran kambing ini masih menjadi salah satu pupuk terbaik untuk tanaman hias.

Kenapa pupuk kotoran kambing terbaik untuk tanaman hias, dalam hal ini juga termasuk untuk bonsai kelapa? Ini dikarenakan kotoran kambing memiliki kandungan kalium yang lebih tinggi dari pada pupuk jenis lainnya.

Pupuk kotoran kambing mampu merangsang tumbuh kembangnya tanaman bunga dan buah untuk menjadi lebih baik.

Ini alternatif yang sangat mudah ditemukan dan didapatkan, apalagi harga pupuk kandang dari kotoran kambing juga sangat murah.

Namun kotoran kambing sebaiknya tidak diberikan secara langsung ke tanaman. Berikut ini yang bisa kita ketahui tentang kotoran kambing, manfaat untuk tanaman bonsai kelapa, dan cara menjadikannya pupuk yang baik.

Manfaat Kotoran Kambing untuk Dijadikan Pupuk Tanaman Bonsai Kelapa

Di atas sebagian sudah dijelaskan tentang apa manfaat kotoran kambing yang dijadikan pupuk bonsai kelapa, yakni kandungan kalium yang baik.

Selain kandungan kalium, pada umumnya kotoran ternak ini juga memiliki kandungan unsur hara yang lengkap, jadi ada nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) yang dibutuhkan bagi tanaman dan kesuburan tanah.

Tak sampai di sini saja, dalam unsur hara mikro pada pupuk kandang juga memiliki kandungan kalsium, magnesium, belerang, natrium, besi dan tembaga.

Jadi, kotoran kambing ini memiliki manfaat besar sebagai pupuk kandang untuk keberlangsungan tanaman bonsai kelapa yang anda miliki.

Kotoran kambing ini memiliki kandungan unsur hara yang relatif lebih seimbang dibandingkan dengan pupuk alam lainnya. Sehingga menjadi pilihan sebagai pupuk bonsai terbaik untuk digunakan.

Kenapa demikian? Hal ini dikarenakan kotoran kambing yang bercampur dengan air seni atau urine dari kambing itu sendiri juga mengandung unsur hara.

Akan tetapi memang, kotoran kambing yang utuh masih berupa butiran bulat dan sulit untuk dipecah secara fisik. Untuk itu, pupuk kotoran kambing ini perlu dikomposkan terlebih dahulu.

Sehingga kotoran kambing yang akan dijadikan pupuk organik atau pupuk kandang ini ketika akan digunakan sudah bisa dipastikan matang.

Cara Menghancurkan Kotoran Kambing dan Membuat Menjadi Pupuk

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghancurkan kotoran kambing dan membuatnya menjadi pupuk berkualitas baik untuk tanaman.

Di atas sedikitnya sudah dijelaskan bahwa caranya adalah dengan pengomposan. Pengomposan sebagian besar juga menyebutnya dengan cara fermentasi. Cara fermentasi kotoran kambing agar hancur ini bisa menjadi pilihan.

Selain itu, tentunya teknik pengomposan atau fermentasi ini juga bisa dilakukan dengan penambahan debu sabut kelapa ke dalam pupuk kandang.

Kenapa demikian, ini dikarenakan kandungan kalium yang tinggi pada debu sabut bisa memaksimalkan kandungan yang ada pada unsur hara K dalam pupuk kotoran kambing tersebut.

Waktu pengomposan jika ingin memadukan debu sabut kelapa dan kotoran kambing, jangan lupa juga diberikan bioaktivator EM4, dan biarkan waktu pengomposan selama 30 hari.

Bahaya Kotoran Kambing

Selain manfaat dan cara membuatnya, kita juga perlu memahami apa saja yang menjadi bahaya dari kotoran kambing. Sehingga kita juga tidak terjebak, asal memberikan kotoran kambing pada tanaman.

Karena belum tentu kotoran kambing yang kita berikan bisa menjadi pupuk yang bermanfaat baik bagi kesuburan tanaman ataupun perkembangan bunga dan buah dari tanaman yang kita tanam.

Kotoran kambing merupakan jenis pupuk kandang panas, karena diuraikan mikroorganisme secara cepat, sehingga menimbulkan panas.

Maka ketika langsung diberikan kepada tanaman yang dikhawatirkan adalah tanaman akan mudah layu. Terlebih bagin tanaman sayur. Untuk bonsai kelapa juga dikhwatirkan akan menyebabkan batang akan mudah busuk atau kering.

Selain itu, pupuk kandang yang masih panas akan membunuh cacing tanah yang baik yang dimiliki dalam menyuburkan tanah.

Bahkan pupuk yang basah dan panas juga dikhawatirkan akan menjadi sarang hama. Maka itu, sebaiknya perlu penanganan sebelum langsung diberikan.

Perbandingan Kotoran Kambing? Ini Kandungan Kotoran Ayam

Sebagai alternatif ketika memiliki kotoran ayam, bagi pecinta tanaman tentu tak perlu bingung. Pilih saja yang mana yang bisa digunakan.

Apalagi yang rumahnya dekat dengan peternakan ayam. Tentu ini bisa dimanfaatkan dengan baik. Pupuk kandang yang ideal adalah dari kotoran industri peternakan.

Sebab, kotoran hewan mengandung 75 hingga 90 persen nutrisi dari tanaman yang dimakan. Ini juga termasuk kotoran kambing dan sapi.

Untuk kandungan kotoran ayam atau unggas lainnya diketahui memiliki kandungan N-P-K tertinggi. Pupuk kandang dari kotoran ayam ini sama dengan dari kambing atau domba.

Jadi kotoran ayam juga termasuk jenis pupuk kandang panas. Artinya, kandungan asam dan tinggi nitrogen akan membakar tanaman jika tidak difermentasi atau dibuat kompos terlebih dahulu.

Maka itu, sama-sama disarankan dalam penggunaan atau pemberian kotoran ayam dan kambing ke tanam sebagaiknya setelah fermentasi atau kompos jadi terlebih dahulu.

Cara Membuat dan Merawat Bonsai Kelapa

Setelah kita memahami manfaat pupuk dari kotoran kambing untuk bonsai kelapa, dalam pengaplikasian dan cara membuat bonsai kelapa bisa kita pelajari juga secara sederhana di sini.

Bahkan kita juga pernah mendengar bonsai kelapa media air. Ini juga bisa menjadi alternatif bonsai yang kita pilih. Diketahui memang, ada 3 jenis tanaman kelapa yang bisa dijadikan bonsai?

  1. Kelapa Gading Merah
  2. Pohon Kelapa Gading Susu
  3. Kelapa Albino

3 jenis pohon kelapa ini memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Jadi kita bisa memilih jenis yang sesuai hasil yang diinginkan.

Namun sebaiknya pilihlah bibit yang unggul, yakni dengan ukuran kecil, namun memiliki akar yang besar dan kuat. Sehingga batang dapat terbentuk dengan sempurna.

Tak hanya itu saja, dalam membuatnya juga pastikan posisi batok dipelajari dan dipahami. Apalagi proses pertumbuhannya sangat cepat, sehingga tidak bolak-balikan posisi. Tunas tumbuh kurang lebih 1-2 minggu.

Setelah tunas tumbuh, tentunya anda bisa meletakan batok kelapa sesuai keinginan, baik diletakan vertikal agar batok kelapa dikelilingi akar dan tanaman tumbuh tinggi, maupun horizontal agar mirip rumah siput.

Dalam perawatannya, pembersihan batok kelapa dengan menyayat juga penting dilakukan. Selain itu bisa juga menggunakan amplas agar tampil  mengkilap.

Media tanam yang digunakan juga pastikan menggunakan komposisi yang baik. Seperti campuran tanah, air, dan pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 1 : 1.

Terakhir adalah perawatan. Pada cara merawat bonsai kelapa ini termasuk menyiram dan memupuk tanaman. Pupuk yang bisa digunakan adalah pupuk kandang, yakni dari kotoran kambing yang sudah difermentasi.

Baca Juga: Bonsai Tanaman Semak, Layak Jual dengan Harga Tinggi

Itulah beberapa hal tentang manfaat pupuk dari kotoran kambing untuk bonsai kelapa. Semoga informasi ini bermanfaat.

Sekian yang bisa disampaikan, sampai jumpa di artikel lainnya. Terimakasih. Salam. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *